Sunday, May 15, 2016

0

Ada Apa Dengan Cinta 2: Cinta Bukan Tentang Menunggu Purnama atau Menghapuskan Jarak, tapi Juga Menyatukan Budaya dalam Satu Genggaman

Posted in , , , , , , ,
Sebenarnya tidak terlalu addicted banget sama film ini, kebetulan di film pertamanya pun aku baru nonton akhir-akhir ini aja. Maksudnya, dulu pas lagi gempar-gemparnya aku malah ketinggalan info tentang film itu. Jadi, kesan setelah melihat film pertama ya -karena mungkin aku baru melihatnya pas udah gede gini- sedangkan filmnya kan diputer pas tahun 2006-an kalau nggak salah, kesannya ya cuma satu: Film-nya sedikit kekanak-kanakan alias teenlit abis.

Terus sekarang muncul lagi, nih. Cinta dengan segala kisah cintanya yang belum tuntas. Kupikir awalnya memang tidak begitu tertarik, karena di film pertama aku juga agak tidak tertarik. Namun yang membuatku terus terdorong untuk melihat film ini adalah:

POSTER ADA APA DENGAN CINTA 2

Friday, May 13, 2016

0

Untuk Berhijrah, Mengapa Harus Menunggu?

Posted in , , , , ,
“Dunia ini adalah perhiasan. Sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.” Begitulah bunyi H.R Muslim yang selalu mendengung-dengung di telingaku. Aku sangat menyukai bunyi itu, dan sebagai seorang wanita sudah seharusnya aku bangga—sejak dulu.
            Aku pernah begitu menyesal dengan masa lalu. Mengumbar aurat yang kupikir akan tampak sempurna di mata banyak orang, namun membawaku jauh sekali dengan Sang Pencipta. Berperilaku yang tak menunjukkan bahwa aku adalah seorang wanita dan aku ini muslimah. Terutama aku seharusnya adalah sebaik-baiknya perhiasan itu.
            Dengan aku membiarkan helai demi helai rambutku terurai diterpa angin begitu serakah, sama saja aku membiarkan otakku mendidih di dalam panasnya api neraka yang tak sebanding dengan apa yang sering kukeluhkan di dunia. Pun sudah berapa langkah Ayah akan terseret menuju neraka karena kesalahanku tak menutup auratku selama itu. Aku merasa sangat menyesal.

Monday, February 15, 2016

0

Review London Love Story: Menyerah atau Bertahan untuk Cinta yang Pernah Mati?

Posted in , , , , , , , , , , ,

oleh: Atika R. Fitria [IG]

Poster London Love Story [pict from Google]

SINOPSIS FILM

"Someone somewhere is waiting for you"

Film Romantis Indonesia "London Love Story" menceritakan tentang Caramel (Michelle Ziudith) seorang gadis Indonesia yang selalu ceria dan optimistis dalam bekerja paruh waktu di kedai pizza, di sela waktunya sebagai mahasiswi di salah satu Universitas di London.

Tanpa ada yang tahu, Caramel pergi ke London untuk menghindari seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang membuat Caramel selalu menyembunyikan luka hatinya dengan senyuman. Di kota London yang sama, adalah Dave (Dimas Anggara) ia merupakan seorang mahasiswa Indonesia yang juga berkuliah di London, Pada suatu ketika Dave berada di tempat dan waktu yang salah, Dave harus menyelamatkan seorang gadis bernama Adelle (AdillaFitri) yang mau bunuh diri dengan loncat dari jembatan. Bima (Dion Wiyoko) adalah mahasiswa Indonesia, yang selama setahun berusaha mendapatkan cinta Caramel dan sampai akhirnya Caramel tidak mengatakan iya dan tidak kepada Bima. 

Kemudian Bima berusaha mencoba introspeksi diri tentang kekurangan dia yaitu dia bukanlah cowok yang suka basa basi tetapi ia berjanji akan menyayangi Caramel kalau dia bersedia menjadi belahan jiwanya. Caramel hanya terdiam terpaku dan membuat Bima lebih bingung. Kenapa Caramel tidak menerima cinta Bima? Apa ada laki–laki lain yang membuat Caramel tidak bisa menerima cinta Bima atau Dave yang merupakan masa lalu Caramel? Dan sebaliknya justru Adelle jatuh cinta pada Dave karena dianggap laki-laki sempurna buat Adelle, tapi apakah Dave menerima cintanya Adelle? 

sumber: [http://www.gratisfilmasia.com/2016/01/sinopsis-london-love-story-2016.html] Detail 


Saturday, February 6, 2016

0

Menuju Raksasa Dunia Berbasis Ekonomi Kreatif dengan Sumber Daya Manusia Berkualitas Tinggi

Posted in , , , , , , , ,

Asean Economic Community [pict from Google]

Menurut Faisal Basri, syarat negara maju; struktur ekonomi tangguh, perekonomian berdaya saing, sumber daya manusia yang berkualitas, ketersediaan insfrastruktur, dan kemampuan pembiayaan pembangunan. Indonesia mulai mengantongi beberapa syarat, namun membutuhkan beberapa pemikiran cemerlang dalam menyusun strategi agar tak salah jalan. Terutama dalam hal pengelolaan sumberdaya manusia (SDM).

Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju pada tahun 2025-2030. Cukup menarik, karena Indonesia memiliki tiga pilar utama, yaitu SDM, Industri, dan Pertanian. Sudah tersedia cukup luas sektor industri dan pertanian, masalahnya terletak pada bagaimana menjadikan SDM unggul dalam mengolah kedua pilar lain yang dapat mendongkrak Indonesia agar sejajar dengan negara maju lainnya.

Namun, berpotensi saja tidak cukup. Indonesia punya visi, terkecuali menjadi nol jika tanpa implementasi. Setidaknya, untuk revolusi menujunegara maju, penduduknya harus  hidup modern merata, perusahaan-perusahaan masuk dalam fortune 500 companies.

Pendidikan merupakan jembatan menuju terpenuhinya kualitas sumberdaya manusia itu.

Wednesday, December 23, 2015

0

Bulan Terbelah di Langit Amerika: "Ketika Keberadaan Islam Dipertanyakan"

Posted in , , , , , , , , ,
Poster Bulan Terbelah di Langit Amerika [sumber: google]


"He gave me this. He call it Alquran," ucap Sarah dalam video yang iarekam dan ia sebar melalui youtube, dengan lirih. Matanya sembab, manatap sayu kamera, sembari kedua tangannya memeluk erat Alquran yang katanya pemberian ayahnya, beberapa tahun lalu sebelum ia pergi meninggalkannya.

Sarah mengingat hari paling bahagia yang pernah ia jumpai, ternyata menjadi hari perpisahan dengan seseorang yang iacintai. Potongan kue ulang tahun, lilin yang menyala api, kebahagiaan yang hadir dari keluarga kecilnya. Ia bahagia mendapat itu semua. Ia bahagia, bahkan ia tak menyangka, semua doa yang keluar dari mulut ayahnya saat itu menjadi doa terindah yang tak pernah ia dengar lagi selanjutnya.

"After that day, their world had changed"

Tragedi 11 September 2001 di World Trade Center, Amerika Serikat yang menewaskan sedikitnya 3000 orang dan ratusan diantaranya adalah muslim telah mengambil alih perhatian dunia. Ayah Sara, Ibrahim Hussein, dituduh terlibat dalam peristiwa tersebut, sebagai seorang teroris. Azima Hussein (Rianty Cartwirght), istrinya, menyangkanya demikian, karena terakhir ia mendapatkan suaminya sedang menelepon dengan gerak-gerik aneh, dan menyinggung soal paket. Bahkan ia sempat mengatakan ini adalah jalan terbaik yang harus iatempuh. Barangkali ini juga menjadi pertemuan terakhirnya, karena ia sedang melakukan suatu pekerjaan mulia.

Saat dikabarkan Ibrahim/Abe menjadi salah satu korban dan dituduh sebagai seorang teroris, kehidupan Azima berubah. Ia yang berbangga hati menjadi seorang muslim yang menutup seluruh auratnya, kemudian mulai kehilangan kebanggan itu dengan melepasnya, dan mengganti namanya menjadi Julia Collins.

Thursday, December 10, 2015

0

Para Pejuang Beasiswa: Belum Afdhol Kalau Belum Coba Ini!

Posted in , , , , ,
INFORMASI BEASISWA DATAPRINT 2015
A.      Tentang  DataPrint

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun kelima. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2014, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2015 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.

Friday, November 20, 2015

1

Air Mata Surga: Karena Pernikahan Memang bukan Sekadar Tentang Cinta

Posted in , , , , , , , , , , , , , , ,
Karena aku wanita, aku sanggup menghadapinya

Tahukah kau istriku..
Bahwa setiap hubungan suami istri yang halal itu
Adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?
Tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan istri
Maka berguguranlah dari jari jemari dosa dosa? 

Kita selalu berusaha mengatakan seberapa besar cinta kita
Sayangnya akhir-akhir ini kita kehilangan kata-kata
Namun aku yakin Tuhan pasti akan menunjukkannya
Tanpa perlu kita bersuara 

Aku ingin tidak ada jarak memisahkan kita
Seperti urat dan nadi, seperti jantung dan nafas 

Karena aku wanita,
Aku sanggup menghadapinya 

Kau pernah tanyakan padaku, seberapa besar cintaku padamu
Dan ku tak pernah menjawabnya
Karena ku yakin bahkan
Tuhan pun tahu
Sehingga kau akan melihat buktinya
Dari air mataNya

Saturday, October 10, 2015

0

Yang Tangguh yang Berkarya: Lima Senti Menuju Resilient City

Posted in , , , , , ,



Menjadi bagian dari 100 Resilient City Program, yaitu program dan jaringan kota-kota di dunia yang bekerja sama untuk menyusun dan mewujudkan ketahanan kota, memeberikan tantangan tersendiri bagi Kota Semarang dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Semarang Tangguh. Semarang merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mewakili Indonesia menjadi salah satu dari 100 kota tangguh di dunia!

100 RC atau sebutan untuk 100 Resilient City, merupakan inisiasi dari The Rockefeller Foundation, bertujuan untuk meningkatkan kota dalam ketahanan menghadapi guncangan secara fisik maupun sosial. Hal ini tentunya memberikan kesempatan emas bagi Kota Semarang untuk bergabung bersama kota-kota besar di dunia dalam membuka jaringan seluas-luasnya, membangun kolaborasi, hingga mencapai inovasi dalam menangani berbagai persoalan yang diakibatkan oleh perkembangan kota itu sendiri.

Hal ini diharapkan Semarang dapat menghadapi persoalan-persoalan yang masih saja terjadi, salah satunya adalah tingginya tingkat kemiskinan, atau tidak meratanya status sosial. Akibatnya, keadaan ekonomi menjadi pergolakan sebagai penyebab arus pergerakan pembangunan berkelanjutan menjadi seret.

Lha iya, bagaimana tidak? Yang kaya semakin kaya, yang miskin apa kabarnya?

Sejauh ini bangsa Indonesia telah mengenal adanya Ekonomi Kreatif. Bahkan sebelum negara ini lahir, Ekonomi Kreatif telah terlebih dulu lahir di peradaban. Dari empat tahapan pembangunan ekonomi, ekonomi kreatif berada pada gelombang keempat setelah ekonomi pertanian, industri, dan informasi. Ekonomi kreatif adalah penciptaan nilai tambah yang berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia dan pemanfaatan ilmu teknologi.

Sejarahnya kurang lebih seperti ini.

0

Sustainabling Development melalui Konservasi Pesisir Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Semarang Tangguh (100 Resilient City)

Posted in , , , , , , , , , ,


Kota Semarang yang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah terletak antara garis 6°50′ – 7°10′ LS dan garis 109°35 – 110°50′ BT. Topografi Kota Semarang terletak antara 0,75 – 348,00 di atas garis pantai (Semarang).  

Secara administratif, di wilayah pesisir kota Semarang terdapat 4 (empat) kecamatan yakni Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara dan Genuk dan 14 (empat belas) desa / kelurahan. Wilayah ini umumnya dimanfaatkan sebagai pelabuhan, daerah industri, perumahan penduduk dan sebagainya. Khusus di wilayah desa/kelurahan yang dominan sebagai pemukiman penduduk umumnya dicirikan dengan kondisi kesehatan lingkungan yang kurang memadai, terkesan kumuh dan sangat rentan terhadap bencana alam khususnya banjir rob.

Menjadi kota dengan sebutan Venice van Java yang diberikan pada zaman penjajahan Belanda, karena Semarang mempunyai kanal dan kali yang menjadi sarana transportasi dari laut menuju perkotaan. 

Faktanya, berkebalikan dengan makna yang diharapkan dari pemberian julukan tersebut, Semarang justru semakin terancam akan kehilangan daerah pesisir dan perairannya. Hal ini dikarenakan pembangunan yang kurang terstruktur, sehingga sebagian besar kontruksinya telah menutupi wajah sungai. Kali-kali yang menjadi ikon di sepanjang kota pun telah tertutupi oleh sedimen. Banjir rob karena limpasan air pasang laut tak luput menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan biodiversitas pesisir dan laut Semarang. Namun yang menjadi dasar permasalahan adalah kurangnya kesadaran serta dangkalnya inovasi dan skill dari penduduknya yang mencapai dua juta itu akan pentingnya menjaga kelestarian alam pesisir dan laut agar dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang berkelanjutan tanpa harus mengurangi citra alami ekosistem itu sendiri.

Semarang one of 100 Resilient Cities. Sumber: google.com

Salah Satu komitmen kota Semarang untuk bisa beradaptasi dan tumbuh di antara permasalahan dan tantangan-tantangan itu adalah dengan menjadi bagian dari 100 Resilient Cities (100RC) Program, yaitu program dan jaringan kota-kota dunia yang bekerja sama untuk menyusun dan mewujudkan ketahanan kota. Semarang menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang menjadi bagian dari program ini, Semarang akan berdampingan dengan 99 kota lainnya dari 5 benua seperti San Fransisco, Rio De Jeneiro, Barcelona, Medellín, Porto alegre, Bristol, Glasgow, Rotterdam, Roma, dan lain-lain.

Kesempatan emas itu membuka peluang bagi Kota Semarang untuk dapat membangun jaringan, berbagi informasi, kolaborasi serta mempraktikkan berbagai inovasi dalam penanganan persoalan yang diakibatkan perkembangan kota.

Monday, September 7, 2015

0

Backpacker Edition: Terrible Stones in a Few Light

Posted in , , , , , , , , , , ,
Lanjutan Ungaran Makes Us Frozen




Setelah terbangun kami melanjutkan perjalanan menuju puncak yang dinanti-nanti. Menit pertama jalanan masih datar, memang. Kami dapat melihat perkebunan teh yang merentang luas, diikuti suara jangkrik dan bebunyian aneh apalah. Seperti berbisik. Ternyata mereka adalah para pendaki yang sedang ngoceh malam di balik tenda-tenda yang mereka dirikan. Sungguh, sebenarnya mereka lebih beruntung merasakan kehangatan yang muncul dari lampu senter dan beberapa cahaya yang tak kuketahui.


Beberapa saat kami berhenti, karena takjub melihat puncak Ungaran yang sudah terlihat jelas oleh mata. Ya, sangat jelas itu masih setengah perjalanan lagi! Seketika senyumku buyar, diganti oleh jeritan tangis dalam hati. Ketika semua bilang semangat, mau tak mau aku harus memaksa kaki kecilku untuk bergerak walau tak enak.

Sebelum memasuki kawasan yang terjal dan dibilangnya tak ada lagi medan yang tak miring, maka kami memutuskan untuk sejenak duduk dan menikmati kemerlap lampu-lampu rumah yang terlihat dari tempat kami. Seperti emas yang memancarkan sinarnya, cahaya itu begitu memukau. Lebih memukau lagi ketika beberapa jajanan kemudian mengalir di depan mataku, ya, banyak yang mengeluarkan jajanan kala itu, dan aku tak mau tinggal diam.

Hanya beberapa menit saja kesempatanku untuk menikmati kerlap-kerlip itu. Ini saatnya kami benar-benar menjadi pendaki yang tak kenal menyerah! Wanita seperti kami ini, pendaki muslimah yang kuat!


Thursday, September 3, 2015

0

My Book: Kasih Tak Sampai by Nulisbuku

Posted in , , , , ,
BUKU UTAMA
Seri Kasih Tak Sampai, Tulisanku ada di Buku 8, urutan no. 2 atas kiri

Kasih Tak Sampai - Buku Delapan
0 Colour Pages & 136 B/W Pages
Kategori: Kumpulan Cerpen
Harga: Rp 49900
Di bulan Februari kami menuliskan kisah cinta ini. Menuliskan sebuah kisah yang tak biasa. Sebuah kisah cinta yang tak pernah selesai. Kasih yang tak pernah sampai.
Berapa banyak kita mengirimkan cinta untuk seseorang yang kita suka, namun cinta tersebut tak pernah tiba di tempat yang kita inginkan? Kami yakin kamu tidak sendirian. Ada begitu banyak kisah kasih yang tak pernah sampai oleh karena beberapa sebab yang mengakibatkan banyak pertanyaan. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin lama semakin menumpuk. Hingga kita akhirnya menyadari bahwa tidak semua pertanyaan-pertanyaan di dunia ini ada jawabannya.
Tentang kisah cinta seperti itulah buku-buku ini. Kisah kasih yang tak pernah tak sampai.


0

Film Surga Yang Tak Dirindukan Sukses Tampung Airmata!

Posted in , , , , , , , , , , , ,

Surga yang Tak Dirindukan

by Asma Nadia


Surga yang Tak Dirindukan
Apa artinya rumah jika tak lagi menjadi pelabuhan yang ramah bagi hati seorang suami? Apa jadinya surga jika ia tak lagi dirindukan? Benarkah dongeng seorang perempuan harus mati agar dongeng perempuan lain mendapatkan kehidupan? 

Ah. Surga yang retak-retak.Peristiwa tragis dan e-mail aneh dari gadis bernama Bulan.

Pertanyaan yang terus mendera: “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?"

Sementara seseorang berjuang melawan Tuhan, waktu dengan sabar menyusun keping-keping puzzle kehidupan yang terserak, lewat skenario yang rumit namun menakjubkan.

Thursday, January 29, 2015

0

My Review: After Office Hours by Dahlian dan Gielda Lafita

Posted in , , , , ,
Image by goodreads

After Office Hours
Dan, suatu hari, kita bertemu lagi. Waktu berbeda, situasi yang berbeda juga. Kalaupun ada yang tak berubah, hanyalah perasaanku kepadamu. Aku masih tak punya alasan untuk membalas perasaanmu.

Namun, kau terlalu keras kepala untuk mengakui ketidakcocokan kita. Kau berjudi dengan perasaan, seolah tak khawatir sewaktu-waktu aku bisa menyakitimu. Kau menjanjikan cinta dan aku malah menertawakanmu.
Akhirnya, kau berhenti- menyerah atau berbalik membenciku, aku sendiri tidak tahu. Aku mencoba mengibur diri, berpikir kalau tanpamu aku pasti baik-baik saja. Tetapi, kenapa dadaku sesak saat melihat

punggungmu pelan-pelan menjauh?
Apakah ini artinya aku harus balik mengejarmu?
Paperback, 328 pages
Published May 2010 by Gagas Media



Thursday, December 18, 2014

0

Wajah Baru Indonesia di Balik Topeng Kemelaratan

Posted in , , ,
Oleh Atika Rahma Fitriani  

Dalam lintas sejarah yang telah berlalu, Indonesia selalu muncul dengan wajah baru dan menjejakkan berbagai polemik besar dalam perkembangannya menjadi negara yang makmur dan maju. Sedikit berkilas balik, enam puluh sembilan tahun yang lalu, masyarakat Indonesia dapat tersenyum lega walau sebelumnya selama berpuluh tahun bertumpah darah membela negara yang hampir habis dikikis penjajah yang haus akan keserakahan. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan betapa tegasnya Bung Karno dalam menyampaikan pidatonya walau tubuhnya ringkih saat itu. Penggal demi penggal kalimat terurai melalui microfon sederhana, di hadapan para penikmat kebebasan yang mengenakan busana apa adanya namun tetap memiliki etika, Bung Karno mampu mengubah Indonesia menjadi negara dengan wajah baru. Senyum-senyum terlintas. Tak ada lagi derita, bahkan air mata. Yang ada hanyalah harapan dan masa depan; pada Indonesia-lah mereka mengabdi, demi nusa, dan bangsa.            

Berbanding terbalik dengan peristiwa dramatis penuh kesederhanaan yang terjadi pada masa silam, lima  bulan yang lalu masyarakat Indonesia di hadapkan pada dua pilihan yang sulit. Memilih untuk Indonesia yang baru; selalu bersamaan dengan segala harapan agar kesejahteraan dapat dirasakan hingga menyentuh batasan-batasan yang terlalu sulit mengenyam rasa sejahtera.            

Saling berlempar opini buruk, black campaign, antara pendukung kubu satu dan kubu dua yang saling melempar api padahal mereka masih dalam satu atap yang sama; Indonesia. Kenyataannya, ketika Indonesia memutuskan agar sang pencetus “Revolusi Mental” tersebutlah yang akan mengantar Indonesia dalam transisi menuju Indonesia baru lima tahun ke depan, sulut api itu tak sepenuhnya padam.

Wednesday, August 20, 2014

0

Review: 8..9..10.. Udah Belom?! by Laurentia Dermawan

Posted in , , , , ,


8... 9... 10... Udah Belom?!

by Laurentia Dermawan

5273610Sewaktu masih kanak-kanak, Nesya dan Vino adalah teman sepermainan. Saat mereka bermain petak umpet dan Nesya bersembunyi, Vino malah pulang dan tidak muncul-muncul lagi. Sendirian dan ketakutan, Nesya terus bersembunyi, hingga akhirnya ditemukan oleh Mike. 

Sepuluh tahun kemudian, Vino dan Nesya bertemu kembali. Vino tetap ingat pada Nesya, tapi Nesya tidak mengenali Vino. Ya, dua bulan sebelumnya Nesya mengalami kecelakaan bersama Mike, kekasihnya. Mike meninggal dunia, dan Nesya amnesia.

Vino jatuh cinta pada Nesya dan ingin membantu Nesya mengingat masa lalunya. Tapi setelah Vino tahu bahwa Nesya pacar almarhum Mike, sahabatnya sendiri, Vino malah ingin menutupinya. Vino ingin Nesya hanya mencintainya, tanpa mengingat kenangan akan Mike.

Dulu, saat Vino meninggalkan Nesya, Mike-lah yang menemukannya. Dan kini, saat Mike meninggalkan Nesya, akankan Vino yang mengisi hari-hari Nesya?


Paperback, 208 pages
Published July 2008 by Gramedia Pustaka Utama
original title     8... 9... 10... Udah Belom?!
ISBN13         9789792239072
edition language       Indonesian
setting                      Indonesia 

Tuesday, August 19, 2014

0

(Heaven) will tell you, Someday

Posted in , , , , ,
Untukmu, maaf bila aku mengganggu tidurmu malam ini.



Hari ini aku mendapati seulas senyum di bibirku. Akankah kamu tahu? Kebahagiaan tiba-tiba saja menyergapku, hingga membuatku lupa detik-detik yang berlalu, kubiarkan hanya dengan menatap gambar diri di balik foto yang terpajang begitu indah pada jejaring sosialmu.

Namun bisakah kamu rasakan bagaimana bahagia yang bercampur dengan luka lama yang perlahan hadir kembali saat aku menyadari apa yang telah berlalu saat ini? Penuh penyesalan. Luka yang mengering telah tergores kembali. Menyadari saat-saat itu—saat masih bisa kulalui waktu bersamamu, hingga sampai saat ini—saat jarak menghalangi takdirku untuk membawamu kembali di sini, rasa itu masih tersimpan rapat tanpa ada yang berani menjamahnya.

Adakah wanita yang begitu mencintaimu hingga mampu memendam perasaannya begitu dalam selama bertahun-tahun selain diriku? Katakan, adakah yang lebih bodoh dari itu? Karena yang kutahu justru kamu selalu mengikatkan hatimu pada wanita pilihanmu walau pertemuanmu dengannya tak bisa kaubandingkan dengan kebersamaanmu denganku. Kamu melakukannya dengan benar. Aku tak berhak menanyakan alasannya kepadamu karena cinta tak dapat diukur dengan waktu, itu 'kan yang akan kamu katakan? Aku terlalu memaksakan perasaan yang sama hadir dari dirimu. Aku terlalu berkhayal jika membuatmu mampu berpaling dari wanita lain lalu mencintaiku tanpa ada nama lain.

Sunday, August 17, 2014

0

Indonesia di Ulang Tahunnya ke-69

Posted in , , , , , , , , ,

MENGENANG PROKLAMASI TAHUN 1945

Latar Belakang


Enam puluh sembilan tahun yang lalu, ketika sebuah pemikiran datang dari para tokoh kemerdekaan setelah suatu berita beredar menyebutkan bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu karena dua kota (Hiroshima dan Nagasaki) telah dijatuhi bom oleh sekutu. Jepang pernah bekerjasama dengan Indonesia, memberikan embel-embel hadiah berupa kemerdekaan yang akan dilaksanakan pada 24 Agustus 1945, dengan segala persiapan mendirikan suatu panitia persiapan kemerdekaan yang disebut Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai ganti dari Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), dengan alasan memperjelas tujuan dari kemerdekaan itu sendiri.
Jika bukan karena desakan golongan muda yang kala itu dipimpin oleh Sutan Syahrir, yang sudah terlebih dulu mendengar kekalahan Jepang atas Sekutu, untuk segera memproklamasikan kemerdekaan dan bukan atas hadiah dari Jepang, mungkin kemerdekaan Indonesia tidak akan terjadi pada tanggal 17 Agustus. Namun pada saat itu, Soekarno-Hatta berdalih bahwa Syahrir tidak berhak untuk mengusulkannya karena itu sudah menjadi tugas dari PPKI. Syahrir tetap ingin meyakinkan bahwa PPKI hanyalah buatan Jepang, dan Jepang saat itut telah tunduk pada Sekutu dan berjanji mengembalikan Indonesia pada Sekutu. Hal itu yang membuat Syahrir dengan berani mengusulkan bahwa Indonesia bisa merdeka dengan tangan sendiri dan berdiri di atas kaki sendiri, bukan dengan bantuan Jepang!

Saturday, August 16, 2014

0

Backpacker Edition: Ungaran Makes Us Frozen

Posted in , , , , , , , ,
Lanjutan Para Pendaki Ungaran


Satu jam kemudian, kami sampai pada suatu tempat di mana kami dapat mendengar gemericik air yang mengalir begitu merdu. Sebelumnya, aku memang udah searching mengenai aliran air terjun yang ada di Gunung Ungaran. Dan, here we are.
Di sana sudah ada gerombolan para pendaki yang lebih dulu beristirahat di sana. Mengetahui kedatangan kami, mereka pamit melanjutkan pendakian. Mungkin karena mereka juga mengira bahwa gerombolan yang datang pasti juga butuh tempat dan waktu untuk istirahat.
Suara gemericik sangat meneduhkan. Aliran airnya hanya kecil. Mengalir dari tebing yang tak terlalu atas. Lebarnya pun hanya sebatas tiga langkah kaki orang dewasa. Namun airnya itu, sejuk, jernih, andai ada ikan duyungnya.
Di sana kami hanya istirahat. Cuma dapet ngelap keringet sama minum doang. Setelah itu kami melanjutkan pendakian, bergantian dengan gerombolan pendaki lain yang baru saja dateng. Akhirnya, kami jalan. Beberapa langkah dari air terjun, jalanan masih sempit, jadi masih harus berjalan satu-satu.
Di sepanjang perjalanan kami melihat kunang-kunang yang lewat. Jujur, ini pertama kalinya aku merasa dekat dengan hewan menakjubkan itu, bukan lagi seperti dalam film Tinkerbell. Ada yang jatuh, kupandangi begitu dekat. Nyala terang, hijau warnanya. Teman di belakangku mau mengambilnya, katanya mau dipelihara. Aku resah. Padahal mereka hanya hidup hanya beberapa hari saja. Dan mereka sudah berhasil membuat malamku penuh kelap-kelip. For me, they deserve to fly over night. Give the light for everyone, so, there's no fear anymore.
"Kunang-kunang jika hanya sendiri, mungkin ia tak bisa memberi pencerahan pada banyak orang. Namun, jika ia bersama-sama, cahaya yang dihasilkan akan lebih besar dan pastinya bisa memberikan pencerahan pada lebih banyak orang." The phylosophy of firefly
lebih satu jam kemudian, kami sampai di pertigaan. Di sana, tempat sudah agak luas. Jadi, di tengah-tengah pertigaannya itu, ada tempat buat leyeh-leyeh. Cukup buat beberapa rombongan. Pak Tono menjelaskan, di sebelah timur kami terdapat sebuah kolam yang isinya air murni pegunungan. Mendengar itu, teman-teman yang botol minumannya habis langsung nih serudukan ke sana. Aku, sih, bengong aja. Capek, tubuh juga udah nempel di tanah, nggak mau gerak lagi. Minum juga masih tiga per empatnya. Masih cukup banget.

Friday, August 15, 2014

5

Review: Baby Proposal by Dahlian & Gielda Lafita

Posted in , , , ,

Baby Proposal

Seandainya ini mimpi buruk,
Karina ingin cepat-cepat bangun
dan tak ingin mengingatnya lagi....

Tapi kenyataan memilih berlaku kejam kepadanya. Dua garis di testpack yang kini berada di tangannya adalah jawaban tegas: Karina hamil. Dan satu-satunya yang terpikirkan adalah mencari bapak anak ini dan meminta pertanggungjawaban.

Karina tidak berharap dinikahi Daniel. Dia ingin laki-laki itu mengurusinya selama masa kehamilan. Dengan senang hati, dia menyerahkan bayi itu ke tangan Daniel-sesederhana itu.

Namun, berada bersama Daniel membuatnya melihat laki-laki itu dari sisi lain. Sisi lembut dan penuh perlindungan. Sisi yang membuat dadanya berdesir. Perasaan yang mengenalkan Karina pada... cinta. Mungkinkah ini pertanda mimpi buruknya kelak akan berakhir bahagia


Paperback, 332 pages

Published November 2009 by GagasMedia (first published 2009)

ISBN
9797803740 (ISBN13: 9789797803742)

0

Review: Andai Kau Tahu by Dahlian

Posted in , , , , , ,

Andai Kau Tahu

Pengakuannya membuatku merona. Dalam sesaat aku terpaku memandangnya... seolah ia hanya imaji belaka. Bahwa semua ini hanya mimpi di suatu malam.

Seolah tak mengerti kejengahanku, kejujuran demi kejujuran meluncur keluar dari bibirnya. Tentang pujian tulusnya akan maknaku di hidupnya. Tentang harapannya akan diriku yang hadir di hidupnya selamanya.

Aku belum cukup mengenalnya. Aku tak pernah memikirkannya. Jadi, bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya, bahwa perasaanku dan perasaannya tidak berada di garis yang sama?


 
Paperback, 366 pages
Published 2013 by GagasMedia
original title
Andai Kau Tahu
ISBN
9797806138 (ISBN13: 9789797806132)
edition language
Indonesian
other editions
None found