Tahukah kau istriku..
Bahwa setiap hubungan suami istri yang halal itu
Adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?
Tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan istri
Maka berguguranlah dari jari jemari dosa dosa?
Kita selalu berusaha mengatakan seberapa besar cinta kita
Sayangnya akhir-akhir ini kita kehilangan kata-kata
Namun aku yakin Tuhan pasti akan menunjukkannya
Tanpa perlu kita bersuara
Aku ingin tidak ada jarak memisahkan kita
Seperti urat dan nadi, seperti jantung dan nafas
Karena aku wanita,
Aku sanggup menghadapinya
Kau pernah tanyakan padaku, seberapa besar cintaku padamu
Dan ku tak pernah menjawabnya
Karena ku yakin bahkan
Tuhan pun tahu
Sehingga kau akan melihat buktinya
Dari air mataNya
Terkadang aku sadar, mengejar sesuatu yang tidak mungkin bisa diraih itu ibarat menyentuh udara. Dari kalimatnya saja tertulis ‘tidak mungkin’ tapi mengapa terkadang seseorang masih saja melakukan itu semua.
Cinta? Selalu itu yang mereka katakan.
Terkadang aku bosan berbicara cinta. Mengingatkanku pada segelintir kepahitan yang berbungkus kemunafikan yang dikemas menjadi satu yang akhirnya mengakibatkan patah hati yang tak berkesudahan.
Cinta sejati? Makanan apa itu? Dari kata-katanya saja terdengar menjijikkan. Bukankah semua itu hanya ada di negeri dongeng? Di novel-novel teenlit yang pernah aku baca dan di mulut orang-orang yang mengabadikannya?
Awalnya aku tak mengerti apa itu
cinta. Sampai aku menemukan sesorang yang tiba-tiba datang memberiku arti kata
cinta yang sebenarnya.
Ternyata aku salah, tak selamanya
cinta itu membawa keterpurukan, setelah aku tau, cinta tak lagi ada di sini.
Dan tak selamanya cinta selalu indah, saat aku tau, cinta ada bersamaku.
Cinta memberiku beribu makna, yang
belum pernah aku mengerti sebelumnya.
Sekarang aku mulai paham semuanya.
Cinta, yang mengajariku untuk bisa
jadi diri sendiri, tanpa perlu jadi orang lain. Karena aku yakin, cinta yang
tulus, dan seseorang yang tulus mencintaiku, akan datang tanpa peduli seberapa
besar kelemahanku.
Cinta yang memaksaku untuk menerima
sebagaimana adanya dirimu. Bukan kesempurnaan yang aku cari. Tapi dengan
kesederhaan yang mampu menutupi kelemahanku yang akan membuat cinta kita
menjadi sempurna. Untuk apa mencari yang sempurna, jika yang sederhana
sepertimu saja bisa membuatku bahagia.
Aku terlahir
hanya sementara. Tak selamanya jemari ini bisa menggenggam. Tak selamanya, hati
ini bisa mengungkap rasa. Sempat kutitipkan separuh napas ini di sela-sela kebahagiaan
yang bagimu hanya sekilas cuplikan dari skenario kehidupanmu, yang akhirnya bukan
bersamaku.
Pernahkah aku
memintamu menjaga separuh napas ini agar tetap abadi dalam kisahmu? Pernah aku
memaksamu untuk tetap tinggal dan tak melepaskanku?
Cinta, terkadang aku tak mengerti apa itu cinta. Sesuatu yang tiba-tiba hadir dalam hidupku, yang akhirnya merangkai sebuah cerita untukku dan hidupku. Hidupku berubah semenjak ada cinta. Seseorang yang juga tiba-tiba hadir dalam hidupku, membawa cinta hadirkan sejuta harapan. Hidupku berubah semenjak ada dia. Yang terindah namun tak bisa ku miliki. Yang harus ku lepaskan namun ku sama sekali tak sanggup, Sebab diriku tanpanya apa artinya cinta?