Showing posts with label Letters to you. Show all posts

Sunday, October 28, 2012

0

Mewakili Luka Ini

Posted in , , , , , , , , , , , , , , , ,

Salam hangat untuk cintamu,
Berjuta detik lebih, aku berjuang melawan semua waktu, aku bertahan dengan setumpuk lukaku, tanpa adanya satu yang dulu sempat ada disaat hati kecil ini menjerit menyebutkan namanya. Namun sekarang, tak ada lagi yang mendengar suara hati ini, tak ada lagi yang peduli lara ini, dan kau tau? Aku mulai terbiasa dengan semua ini. Menangis sendiri. Menikmati sepi sendiri. Dan mengobati luka ini, sendiri.
Bagaimana dengan duniamu? Mungkin bahagia selalu ada bersamamu, karena kini kau tlah temukan sayapmu. Sedang aku masih terjebak dalam masa lalu dan menunggu seseorang memasangkan sayap yang entah kemana semenjak luka itu ada, mematahkan untuk yang kesekian kalinya.

Wednesday, May 23, 2012

0

last letter for you

Posted in

Aku paling benci mengatakan semua ini, bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Andai aku bisa merubah takdir, takkan kubiarkan ada perpisahan terjadi di antara kita.
Dan aku sangat benci mengakuinya, aku yang menginginkan semua ini terjadi.
Walau hati ini tak sanggup, dan takkan pernah bisa, tapi aku harus pergi.

Aku lelah seperti ini, aku lelah mencintai tanpa dicintai.
Aku lelah bila harus terus mengerti tanpa dimengerti.
Apalagi saat aku tau, cintamu bukan untukku.
Tapi untuk dia yang telah lama di hatimu.

Mengapa dulu kita bertemu?
Mengapa dulu kau mencintaiku?
Mengapa kau biarkan aku membalas cintamu?
Tanpa kita sadari, rasa ini sudah terlanjur tumbuh di antara kita.

Dan saat aku mencoba menutup hati ini untuk yang lain, yang tersisa hanya kamu.
Saat aku yakin, hanya kamulah yang mampu membuatku mengerti arti cinta yang sebenarnya. Dan dengan tanpa alasan tiba-tiba kau hapus semua rasa ini.
Kau biarkan aku terluka karena sikapmu, dan semua saat kau bilang kamu masih mencintainya.

0

aku bukan dia

Posted in


Tuhan, apakah benar jika dengan dicintai dan mencintai dapat menutupi semua kekurangan yang ada?
Apakah dengan mencintai apa adanya, akupun akan merasa dicintai tanpa melihat siapa aku, dan semua kelemahanku?
Tapi itu tak pernah ada untukku.

Setiap kali aku mencoba untuk bisa sempurna dihadapanmu, tapi perjuanganku ini tak pernah terlihat, tak pernah kamu rasakan.
Ini aku, inilah aku sebenarnya.
Aku yang tidak sempurna dan masih belajar menjadi apa yang kamu inginkan.
Aku yang mencoba untuk bisa menjadi yang terbaik untukmu.
Aku bukan dia.
Aku bukan dia yang bisa memperlihatkan betapa berartinya diri ini di matamu.
Aku bukan dia yang bisa membuatmu mengerti seberapa besar cinta ini untukmu.
Aku bukan dia yang sempurna, untukmu.

Perlahan, aku mencoba untuk membuatmu melihat hanya akulah, yang berdiri di hadapanmu.
Sekuat hati ini mencoba membuatku menjadi lebih berarti.
Meski aku tau, aku tak pernah bisa sepertinya.
Seperti dia, yang kamu cintai sepenuhnya.

Sunday, May 20, 2012

0

Hanya Kamu

Posted in
Dulu aku pernah bilang,
Aku takkan pernah berhenti berharap jika memang itu bisa membuatmu kembali padaku. Ternyata kesunyianlah, dan kesabaran yang membawamu kembali di sini. Tapi kau juga membawa cinta yang dulu hanya untukku.
Aku bingung, aku tak tau apa yang harus aku lakukan saat kusadar, kini kau di sisiku lagi.
Sempat ada ragu.
Haruskah kubiarkan semua berjalan apa adanya? Seperti air yang mengalir, yang dulu sempat terhenti karna batu besar yang menghalanginya. Ataukah ku hempas semua cintamu? Dan membiarkanmu mencari cinta yang lebih sempurna dari cintaku.
Tapi aku tak pernah bisa.
Aku tak bisa menutupi kebohonganku, bahwa aku masih mencintainya.
Aku masih menyimpan rasa yang sudah terlanjur tumbuh di hati ini, dan yang mati bila tanpamu.
Akupun tak pernah menyadarinya, aku akan dapatkan cintamu kembali di sini. Yang ku kira takkan ada lagi, yang ku kira telah mati dan yang ku kira hanya sesaat trus menghilang.


Tuesday, April 10, 2012

0

U S A I

Posted in , ,







"hanya goresan tinta yang tak berarti apa-apa"

Takkan pernah aku sesali apa yang telah terjadi.
Takkan pernah aku lupa tentang apa saja yang telah membawaku melewati hidup yang hampa tanpa cinta
Tanpa hadirnya seseorang yang akan membuat hatiku terjaga
Dan tak akan pernah membiarkan satupun yang akan melukaiku, apapun itu.

Mungkin ini yang Tuhan janjikan untukku.
Memulai hidup baru,
Menghadirkan malaikat yang selama ini aku tunggu.
Atau mungkin memaksaku, menuliskan serangkaian kata-kata, tentang kisah baruku.
Kisah tentang aku dan dia.

Ini terlalu cepat untukku
Belum sempat aku memahami arti semua.
Mengapa dia tiba-tiba datang memberiku cinta?
Dan mengapa hati ini berkata, dialah yang Tuhan janjikan untukku.
Untuk kisah baruku.

Apa aku sedang bermimpi?
Atau aku sedang terlarut dalam lamunan yang tak akan ada ujungnya?
Atau aku akan menunggu seseorang untuk mencubitku, memaksaku membuka mata lebar-lebar dan merasakan apa yang sedang terjadi padaku?
Tanpa aku sadari, ini benar-benar terjadi.
Bukan mimpi, atau bahkan lamunan.
Aku dapat merasakannya, sesuatu yang tak pernah aku rasa sebelumnya.

Inikah cinta yang Tuhan janjikan untukku?
Diakah seseorang yang Tuhan pilihkan untukku saat itu?
Bukan kata ‘tidak’ yang aku harapkan yang kan menjadi jawaban dari semua pertanyaanku.
Karena aku yakin, ini cintaku.

0

without you

Posted in , ,


without you


Entah harus dengan cara apa lagi aku bisa membuatmu sadar. 
Entah harus berapa kata lagi yang kutulis agar kamu tahu bagaimana perasaanku saat ini.
Aku lelah menunggumu mengerti tentang apa yang aku rasakan.
Sampai di titik penghabisan air mataku,
Sampai aku tak sanggup lagi menahan semua rasa yang ingin aku ungkapkan
Semua terasa percuma, karna kamu takkan pernah peduli sedikitpun.
Coba sekali ini dengarkan aku,
Aku takkan pernah berhenti menumpahkan perasaanku  jika memang itu bisa membuatmu mengerti
Aku takkan pernah menyerah melawan kesepianku jika memang itu bisa membuatmu kembali
Aku bertahan agar kamu tau setinggi apa perasaanku untukmu.
Aku tak peduli mereka menganggapku apa
Aku tak peduli selemah apapun aku di mata mereka.
Karna aku cuma ingin mereka tahu satu hal tentang perasaanku.
Tentang rasa yang terlanjur ada di sini, di hatiku.
Sekeras apapun mereka mencoba membuatku melupakan semua tentangmu,
Sekuat mereka mencoba membunuh semua rasa ini untukmu
Tapi hati ini lebih kuat untuk tetap bertahan mencintaimu.





0

loneliness

Posted in ,

lonely

I’m lonely here.
Since you gone, without any single word.
I never think it before.

You said that I’m the one who you loved so much.
You said that I’m the last for you.
You said that nothing can change me, as yours.

When you promise me that you would keep everything you said.
When you make me believe with everything you do.
I know it’s the best for me, for us.

When you said, you would never back to the past.
When you said that noone else in your heart!
When you said that you would never let me alone.
And I said, “we belong together”.


Thursday, April 5, 2012

0

Letters To You [2]

Posted in

Dear : “My First, My Last, My Everything”


Kamu tau?
Rasa ini tiba-tiba dateng lagi.
Padahal sekuat tenaga aku coba buat lupain semua tentang kita, tapi entah kenapa bayangmu selalu aja ada.
Aku nggak bisa, bener-bener nggak bisa.
Aku nggak sanggup secepat itu lupain semua.
Semua terlalu indah buat dilupain.
Jujur, susah buat sembunyiin semua perasaanku. Aku nggak bisa terus-terusan pendem perasaanku ini, sendirian.
Semua itu justru bikin aku semakin tersiksa.
Apa kamu ngrasain hal yang sama denganku?
basta
Aku kangen kamu.
Aku kangen saat-saat kita dulu.
Saat kamu selalu ada waktu buat aku. Serasa waktu milik kita berdua.
Andai bisa ku ulang waktu.
Yang ku ingin, aku selalu denger kata cinta setiap kali aku membuka mata.
Aku ingin ada orang yang paksa aku makan, katanya: biar aku nggak sakit.
Aku ingin diboncengin naik sepeda seperti waktu itu.
Aku ingin ada yang nyanyiin aku lagunya last child_seluruh nafas ini- lagi, meskipun hanya seuntai kata-kata yang kamu tulis lewat pesan.
Saat kamu bilang, tak ada cinta lain selain aku.
Saat kamu bilang, sekalipun kamu nggak akan tinggalin aku.
Aku ingin semua itu terulang lagi.
Tapi semua udah berlalu, aku takkan mungkin kembali.


Tuesday, March 27, 2012

0

Letters To You

Posted in

Dear : “My First, My Last, My Everything”

           Aku nggak pernah berfikir ini sebelumnya. Tuhan menitipkan seseorang yang membuatku mengerti apa itu cinta. Tanpa aku mencarinya, cinta itu yang datang padaku. Hidupku berubah semenjak ada dia.
Cinta, cinta itu tentang apa yang aku rasakan ketika bersamamu. Cinta itu, saat kamu yakinkan aku, akulah yang terakhir untukmu.
Cinta itu bukan tentang siapa dirimu sebenarnya, tapi cinta mengajariku untuk bisa menerima semua keadaan yang ada.
Aku nggak lagi merasa kesepian waktu ada kamu di sisiku. Setiap kali rasanya ingin dekat denganmu. Tapi, sikap orangtuaku yang nggak ngijinin aku buat bisa bertemu kamu terus. Kadang aku nggak betah dengan sikap mereka yang selalu mengekangku, sampai aku mencari-cari cara buat kabur dari mereka. Aku nggak peduli seberapa marahnya mereka ke aku :) Bahkan aku rela, marahan sama kakakku berhari-hari cuma buat ketemu kamu :D