Farewell
Posted in farewell, Flash Fiction, Goodbye, kenangan
Saat perkenalan itu, aku tak pernah merasa
bahwa kisah kita akan tertulis dalam kronologi cerita hidupku. Aku tak pernah
berpikir sebelumnya bahwa, namamu yang akan tertulis rapi dalam lembaran kisah
yang kutulis untuk kukenang. Mengapa harus kamu?
Kebersamaan kita bukanlah waktu yang
sebentar. Namun mengapa aku merasa bahwa aku dan kamu tak benar-benar merasa
bersama? Aku dan kamu, ada di tempat yang sama namun tak saling merasakan hal
yang sama. Aku yang terlalu sibuk mencari arti kebersamaan kita, sedang kamu
terus mencari kebahagiaan dari apa yang kauinginkan. Mengapa harus kamu, orang
yang selalu kurindukan kehadirannya?
Terkadang, aku tertawa geli saat
mengingat hal-hal yang dulu terjadi di antara kita. Kamu yang selalu membuatku
tertawa saat aku tak ingin tertawa. Kamu yang selalu membuatku lupa, bahwa aku
sedang mengalami masalah yang luar biasa. Dan kamulah yang membuatku pergi dari
masa lalu yang seharusnya sejak dulu kutinggalkan. Mengapa saat perpisahan itu,
aku merasa bahwa kisah kita telah berakhir?










