Friday, August 15, 2014

5

Review: Baby Proposal by Dahlian & Gielda Lafita

Posted in , , , ,

Baby Proposal

Seandainya ini mimpi buruk,
Karina ingin cepat-cepat bangun
dan tak ingin mengingatnya lagi....

Tapi kenyataan memilih berlaku kejam kepadanya. Dua garis di testpack yang kini berada di tangannya adalah jawaban tegas: Karina hamil. Dan satu-satunya yang terpikirkan adalah mencari bapak anak ini dan meminta pertanggungjawaban.

Karina tidak berharap dinikahi Daniel. Dia ingin laki-laki itu mengurusinya selama masa kehamilan. Dengan senang hati, dia menyerahkan bayi itu ke tangan Daniel-sesederhana itu.

Namun, berada bersama Daniel membuatnya melihat laki-laki itu dari sisi lain. Sisi lembut dan penuh perlindungan. Sisi yang membuat dadanya berdesir. Perasaan yang mengenalkan Karina pada... cinta. Mungkinkah ini pertanda mimpi buruknya kelak akan berakhir bahagia


Paperback, 332 pages

Published November 2009 by GagasMedia (first published 2009)

ISBN
9797803740 (ISBN13: 9789797803742)

My Review

 Novel ketiga Dahlian yang aku baca setelah Andai Kau Tahu.
Novel ini memang kolaborasi antara Dahlian dengan Gielda Lafita—yang mempersembahkan untuk alm. suaminya. 

Banyak pembaca yang mencari-cari novel ini lewat fanspage bookstore online. Membuatku penasaran, seperti apa, sih, kok dicari-cari banget? Nah, daripada beli, nih, mumpung di peminjaman novel pun ada Baby Proposal ini, langsung deh aku sikat. Oke, let’s review.

Kavernya dulu, nih. Sebelumnya, waktu mau pinjem ini, aku agak ragu. Ntar kalo aku dikira lagi minjem buku kehamilan gimana, nih? Haha, dengan rasa cemas, aku berhasil membawa pulang buku ini dan tanpa isu bahwa peminjam buku ini adalah dia yang hamil di luar nikah!

Kavernya imut, namun....terlalu syur itu. Lagi-lagi berhasil membuatku terbayang bagaimana kelak aku menjadi seperti ini? Hamil, maksudnya. Tapi bukan hamil di luar nikah, lho, ya!

Karena cinta tak membutuhkan alasan. It’s simple but deeply touched. Tentang seorang yang menang kuis dan berlibur ke Lombok. Inilah yang membuatku merasa naas. Begitu cepatnya pemicu konflik itu terjadi. Tokoh cewek—Karina—bahkan telah hamil tanpa dia mengenal begitu dalam siapa sosok yang menghamilinya.

Bisa dibilang ini Pregnant by Accident (PbA). Haha. Baru setelah Karina merasa butuh “sesuatu”, ia mencari Daniel—lelaki itu.

Anehnya, “sesuatu” yang diinginkan Karina justru membuatku mengernyitkan dahi. Hanya itukah kesepakatannya? Padahal setiap wanita yang mengalami musibah bodoh itupun bersikeras mencari jalan yang tepat. Namun Karina ini memang beda. Ayah, mengapa Karina beda?

Seharusnya penulis bisa menuliskan lokalitas begitu detail, ya. Itu akan menambah nilai plus. Namun, karena memang ini terpaku pada jalan cerita, ya apa boleh buat. Dinikmati saja. toh, jalan ceritanya juga bagus. Unik.

Typo... aku banyak sekali menemukan typo! Oh, please, editor! Nggak papa, mungkin karena yang kubaca adalah cetakan pertama, jadi cetakan selanjutnya mungkin sudah tidak banyak typo lagi seperti ini. jadi, hati-hati, ya, buat para editor.

Karina menurut aku, gimana, ya. Seperti wanita pada umumnya lah. Bisa memendam perasaan. Bisa sakit juga melihat cowok yang dicintainya masih ada hubungan dengan mantan kekasihnya. Ya, sama lah seperti...aku? Ah, nggak, takhayul.

Si Daniel ini orang perfect banget, ya? Sekaya apa sih, bisa sewa helikopter segala? Menurutku, ia terlalu cepat mengartikan cintanya pada Karina. Malah ketika melihat sikapnya yang berubah baik, kukira itu hanya hasrat atau ada udang di balik batu. Tetapi, setelah membaca lebih lanjut, aku baru bisa paham. So sweet, sekali Daniel itu, ya.

Dibanding novel yang sebelumnya kubaca—Andai Kau Tahu—sih, aku prefer yang ini. konfliknya lebih tegas. Lebih ngena. Ah, apalagi waktu melihat Karina yang secara tak sengaja menyaksikan kedekatan Daniel dengan Celline—mantan pacarnya, membuatnya menangis. Yah, klise memang, namun lagi-lagi Dahlian dan Gielda mampu menuliskan begitu menyayat hati!

Setiap jalan kunikmati. Seperti Dahlian yang begitu pintar menulis adegan sedikit panas di Andai Kau Tahu, pada Baby Proposal pun tidak tanggung-tanggung. Namun, ini wajar.

Pada awalnya, aku mengira alur akan berjalan hingga Karina melahirkan seorang anak, dan anak itu akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Daniel. Ternyata, itu cukup panjang jika diceritakan. Karena di tengah-tengah, Karina mengalami masalah luar biasa; keguguran. Ini yang membuatku terenyuh. Bisa merasakan bagaimana perasaan Karina saat itu.

Konflik semakin kuat dengan hadirnya tokoh lain dalam kehidupan keduanya, setelah mereka yakin antara mereka tidak ada hubungan apa-apa. Karena kesepakataan yang mereka buat sudah berakhir. Good job, untuk penulis yang mampu menambah bittersweet pada setiap konflik.

Endingnya satu kata; “TOP”

Aku nggak nyesel baca novel ini, dan mungkin aku masih akan tetap membaca novel-novel Dahlian yang lain.

Baby Proposal, Dahlian dan Gielda Lafita: 4 dari 5 bintang!
See ya...



Wait, ada yang belum baca novelnya? Komen, ya. Bisa jadi kapan-kapan aku bagi ceritanya.

5 comments:

  1. tau gak dimana beli baby proposal, dah nyari kemana mana gak dapat??

    ReplyDelete
  2. tau gak dimana beli baby proposal, dah nyari kemana mana gak dapat??

    ReplyDelete
  3. Biasanya org-org di forum bookstore online nyediain

    ReplyDelete
  4. mau dong beli novelnya, dimana yaaa

    ReplyDelete
  5. pengen pdf-ny dong. ada ga mba ? atau linknya aja :D

    ReplyDelete