Friday, September 9, 2011

0

We are 'SEKAWAN'

Posted in

Kangen deh


Aku masih inget pertama kali kita saling kenal waktu MOS sama Kemah Bakti Osis. Emang sih waktu itu masih belum akrab. Tapi setidaknya aku udah bisa liat sendiri kekompakan anak-anak Sekawan itu kayak gimana.
Dan aku beruntung punya sahabat-sahabat yang bisa terima apa adanya aku. Kita jadi sering main bareng, karena awalnya kita merupakan 6 orang yang tersisa dari pemilihan kelompok untuk KBO. Yah, ngenes sekali. Tapi ada untungnya juga, karena itu kita bisa jadi sahabatan.
Sahabat, nggak selalu bersama, nggak selalu akur. Ada rasa iri dan cemburu satu sama lain, karena kelebihan yang mereka miliki. Tapi ada yang bilang, sahabat itu bisa saling melengkapi, menutupi kekurangan yang kita miliki dengan kelebihan sahabat kita, begitu sebaliknya. Benar nggak sih?
Nah, Sekawan itu asyik sih sebenarnya. Hanya saja, gara-gara pernah ada rasa ketidakkompakan dan saling merendahkan itu yang membuat agak goyah. Tapi aku yakin, kalau semuanya bisa berpikir pake logika, pasti semua berjalan lebih lancar.
Hm. Bicara soal sahabat, aku dan kelima temanku udah kenal satu sama lain, kita juga sering bareng kalau ada acara di luar sekolah, kelompok juga bareng. Tapi, kalau disuruhnya Cuma 4 orang dalam satu kelompok, ya.. mau nggak mau ada yang dipisah deh. Tapi enggak papa.
Sekawan itu lucu, aku seneng denger lelucon-lelucon cowok-cowok pas lagi nggak ada pelajaran. Tingkah-tingkah mereka, sampe-sampe ada yang bilang alayers lah, galau-ers lah. Kelakuan si paparazzi yang upload foto kaget di facebook. Sampai munculnya cinlok :)
Kadang bikin emosi juga. Ada yang bercanda, iya kalau bercandanya itu bisa diterima. Tapi kalau udah bercandanya keterlaluan, nggak lucu, nyinggung lagi, apalagi yang beranda itu nggak ngerasa kalau candaannya udah nyinggung orang lain. Hmhm.
Ada yang gosip-gosipan, ngomongin kelemahan temen, dan tanpa disadari dialah yang merasa paling aduhai getoh. Menurut loe?
Kadang kompak. Dikasih tugas banyak, dikerjain bareng-bareng di sekolah, ulangan contek-contekan, guru janjiin ulangan, pada bilang belum siap. Haha lucu.
Tapi ya, itu.. semakin lama semakin pudar. Kita merasa semakin dewasa, udah mau naik ke kelas sebelas, jadi semakin dewasa gitu. Semua punya urusan sendiri-sendiri.
Apalagi saat aku udah pisah sama mereka. Aku bener-bener nggak punya temen sekarang. Aku perhatiin tingkah-tingkah temen-temen aku, mereka udah berubah ya, meningkat drastis. Semakin dewasa maksudnya. Masih ada juga yang aku sapa malah mlengos. Ada juga yang nggak nyapa sama sekali. Ada yang tiba-tiba nyubit pipi aku, Hehe. Tapi masih ada satu temen yang setia nemenin aku, ceileh.
Aku harap kita nggak putus di sini aja, aku pengen kita itu tetep temenan, jangan sombong, jangan mandang derajad, emangnya kamu itu berapa derajad sih 30 derajad Celcius? Kita itu sebenernya sama, tapi hanya orang yang merasa paling “Wah” aja yang keliatan berbeda. Haha
Tapi aku harap Sekawan itu ngga kayak gitu, AKU HARAP.

 ------------------------------------------------------------------------>

memorize
tangan temen aku tuh





jadi kangen sama sekawan :')

0 comments: